Pemukiman Rahasia
Marry bersama kudanya terus menembus pekatnya kabut, sementara lima orang memburu mereka dari belakang. Suara tapak kuda dan patahan ranting seakan menjadi nyanyian penyambut pagi, namun mereka sekan enggan berhenti dan memilih saling memburu. Kuda yang ditunggangi Marry melesat seperti anak panah yang tak terkalahkan oleh kuda-kuda lainnya. Seakan memiliki penglihatan yang tajam mampu menembus remang-remangnya hutan.
Marry yang ada diatasnya terus memeluk leher kuda dan sesekali mengangkat kepalanya, dalam hatinya merasa sangat ngeri melihat kuda yang ditungganginya berlari sangat cepat. Ada kelegaan dalam hatinya saat mereka melihat dari kejauhan gurun yang terbentang dan Marry tahu saudaranya dan para pengawalnya telah bersiap di ujung hutan tersebut guna melindungi Marry. Dugaan Marry ternyata benar saat mereka nyaris terkejar oleh kuda jantan yang berada paling depan dari pemburu itu sebuah peluit terdengar.
Maka Marry mendengar suara benda jatuh yang sangat keras menghantam bumi, lalu disusul kembali sebanyak empat kali. Marry menoleh kebelakang dan di sana di perbatasan gurun dan hutan itu sebuah jala telah terbentang tanpa ampun menghentikan pengejaran dan membuat kelimanya jatuh bersama kuda mereka ke bumi. Marry yang melihatnya menganggup menandakan ucapan terima kasih kepada orang-orang berjubah hitam yang telah mebantunya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
