Perkampungan Rahasia
Sore menjelang malam adalah waktu yang tepat bagi Marry untuk mengamati lebih dekat semua akktivitas yang ada di dalam kediaman John. Semua laki-laki bersiap membersihkan peralatan perkebunan dan memasukkan hewan-hewan ternak ke dalam kandang. Jumlah laki-laki hanya mencapai sebagian dari jumlah perempuan di perkampungan itu. Mereka mempunyai kebiasaan aneh yaitu tidur saat mentari jatuh ke peraduan dan bangun kembali saat jam berdetak di angka delapan.
Marry pura-pura hendak menemui John saat penjaga berpapasan dengannya, melihat senyuman Marry penjaga yang pasih muda terlihat bersemu merah. Marry bersyukur dalam hati sebab dirinya tidak bertemu dengan penjaga atau pengawal John. John sendiri mengabari dirinya kalau sore itu ada janji bertemu dengan orang-orang dari kota namun mereka memutuskan menemuinya jauh dari perkampungan agar keberadaan mereka tak terdeteksi.
Marry memakai pakaian sederhana dengan tutup kepala pelayan dan celemek serta sepatu kulit dombanya yang sudah usang. Marry terus masuk pada posisi belakang tampak agak sedikit longgar pengawasan sehingga dirinya bisa masuk dengan mulus. Marry tetap waspada saat melihat kondisi sepi dan tanpa pengawalan, perempuan tersebut menembus sampai ke bagian belakang. Marry kaget dengan pemandangan yang terpajang di hadapannya, karena sesuatu yang luar biasa terlihat nyata.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
