Perkampungan Rahasia
Semua orang telah kembali, Marry melihat sesuatu yang mereka bawa sebuah peti besi yang besar. Wajah semuanya sumringah bahagia dan terlihat menyimpan kemenangan. Marry akan mengintip isi peti itu dan sedikit menguping pembicaraan mereka. Dia tahu itu akan menjadi sebuah kesalahan dan Marry tak ingin dirinya salah dalam bertindak. Marry paham betul letak ruangan di dalam rumah tersebut hanya dalam satu kali pemantauan.
Lewat tengah malam adalah waktu yang tepat menurut keputusannya sendiri, Marry tidak akan mengajak siapapun sebab itu resiko yang besar jika harus membentangkan kebenaran kepada orang-orang yang tak tahu akan kebenaran tersebut. Kemudian dirinya memutuskan untuk berbenah, membersihkan diri lalu pergi mengambil waktu istirahatnya yang tertunda. Marry memutuskan menabung tidur, menjaga kewarasan otaknya.
Marry terlelap untuk beberapa lama tapi kemudian waktu yang ditentukan telah membuatnya tersadar dan segera berbenah. Kembali memakai pakaian para pelayan yang memang disiapkannya untuk menyamar, entah kenapa surat yang dikirimi Robert beberapa waktu yang lalu mengispirasi Marry untuk bertindak, Robert menuliskan peta dan sederetan benda di depan sebuah gambar mata. Awalnya dia tak peduli tapi setelah mencocokan gambar tersebut dengan kondisinya saat ini baru Marry paham.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
