Pemukiman Rahasia
Sementara di dermaga serombongan orang datang bersama kuda-kuda yang tampak sangat lelah seperti berhari-hari tak makan. Mereka turun dari kuda membiarkan hewan tersebut mengisi perut mereka pada kandang-kandang yang sengaja disediakan untuk kuda. Beberapa dari orang-orang pada rombongan tersebut segera mencari warung yang menyediakan makanan guna mengisi perut mereka yang sudah beberapa hari kosong.
Pemimpin mereka sendiri terlihat murung dengan wajah yang ditekuk sedih, sebelah tangannya masih mengenggam gelang batu giok yang dulu pernah dia berikan kepada sahabatnya. Gelang batu yang diselingi emas 24 karat, membuatnya terkesan berkelas dan sangat mahal. Robert baru bisa mengangkat kepalanya dan fokus kepada tempat dimana sekarang dia berada. Dermaga yang tadi sepi perlahan kembali ramai oleh orang-orang.
Awalnya hanya satu namun akhirnya menumpuk dan banyak juga diantara mereka menjajakan barang-barang seludupan. Perabot mewah dengan beberapa tumpuk bahan makanan dasar sehingga mereka terlihat sedang berjualan bahan kebutuhan dasar yang nyatanya tidak. Barang-barang akan di salurkan legi ke daerah-daerah. Robert berbasa basi sebentar lalu memerintahkan orang-orangnya untuk segera berbenah karena merek akan berangkat.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
