Pemukiman Rahasia
Marry sengaja mengambil jalan melingkar untuk mengecoh jejak, dalam hati perempuan itu berharap segera mencapai dermaga. Dermaga adalah harapannya terakhir untuk seorang Marry, di seberang dermaga itu adalah tanah kaelahirannya yang akan memberikan perlindungan dan harapan. Marry sengaja berhenti di pinggir hutan untuk menunggu sahabatnya. Sebuah panggilan menembus hutan bergema dan mengantarkan pada sahabatnya.
Putih yang telah berbaur, menyatu dengan kelompok kuda liar yang sedang merumput dibalik bukit yang berjarak beberapa kilo meter saja. Begitu angin membawa pesan sopan yang menyentak kuda tersebut sehingga berlari menyusul suara majikkannya. Putih yang gagah dengan kecepatan maksimal menerjang semak belukar, menaiki bukit dan lembah menuju satu tujuan yaitu majikannya. Saat melihat majikannya putih melambatkan kecepatannya.
Marry menepuk leher kuda putih yang telah menemaninya, seperti paham akan kecemasan majikannya putih langsung duduk dan menyandarkan kepalanya pada Marry. Marry membisikan permohonan dan kata maaf sebab dia tahu tak ada yang dapat dia harapkan kecuali sahabatnya putih. Mereka akan saling melengkapi agar dapat selamat tiba di tujuannya. Kuda putih itu melesat cepat dengan kecepatan penuhya menerjang rimbunnya pepohonan menuju dermaga.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
