Pemukiman Rahasia
Marry mempercayakan semuanya pada putih, sahabat yang mendampingi dengan segala hatinya. Mereka seperti bayangan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Putih tak mengeluh meskipun kondisinya tak terlalu baik, dia hanya percaya mereka akan segera sampai di tujuan. Dan saat melewati lembah yang curam dengan jurang menganga lebar di kedua belah sisinya Marry seakan ingin mundur. Namun sahabat putihnya terus melangkah dan sesakali memeriksa Marry.
Setelah berhasil melewati tempat yang berbahaya itu, sesuatu yang mereka tak harapkan terlihat melintas dari arah yang berbeda. Untungnya Marry telah terbiasa dengan sosok yang hadir bersama rombongannya tepat berjalan dalam iringan di bawah mereka. Robert dan pengawalnya lewat di bagian bawah, meskipun putih berlari kencang menimbulkan gesekan dengan semak dan ranting pohon namun dengan cerdasnya kuda itu memilih mengurangi kecepatan.
Kuda cerdas tersebut berhenti, menyembunyikan bayangan mereka diantara rapatnya pepohonan. Keberadaan keduanya cukup bagus karena pada jalur yang dipilih putih mereka tak berpapasan langsung dengan rombongan tersebut. Marry terpaksa menahan napas, keringat dingin membasahi kening hingga ke punggungnya. Perempuan itu refleks memperkuat pelukannya pada putih. Kuda jantan itu seakan paham, mengibaskan surainya seakan memberi isyarat pada Marry untuk tak khawatir karena ada dirinya.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
