Pemukiman Rahasia
Marry memandang paparan alam yang terpajang indah di depan matanya, suasana hatinya semakin terpanjang indah mengikuti pemandangan di luar kereta. Sekarang dirinya telah sampai di kampung halaman dengan penuh suka citanya membayangkan sejumlah aktivitas sosial dan wajah orang-orang yang susah penghidupannya yang akan dia bantu dengan sejumlah koin. Barangkali hanya satu atau dua koin emas akan merubah nasib orang-orang tersebut.
Hatinya menghangat, semangatnya kembali menyatu dalam aliran darahnya yang menyatu dan memenuhi harapan yang luas. Namun di tempat lain, di pinggir dermaga Robert menanti kedatangan John sahabatnya dengan gelisah. Burung posnya telah mengirimkan kabar jika John dan rombongannya telah menuju dermaga kemaren. Namun penantiannya akan menjadi sangat lama saat melihat matahari menjawab dengan senja akan tetapi John belum muncul/
Sementara hatinya merasa tak tenang namun mereka harus menunggu, jika mereka terlalu cepat mengambil keputusan maka semuanya akan berbalik menentang. Robert tak ingin bertindak gegabah sebab dia tahu Marry telah dibantu oleh sejumlah orang yang berpikiran baik. Bukan saja pikiran namun hati dan jiewa mereka juga baik. Orang-orang seperti sepupunya ini akan mengantarkan mereka ke tempat yang lebih buruk lagi.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
