Pemukiman Rahasia
Semua orang mencoba berbagai cara untuk beristirahat malam itu, tapi kenyataan dengan perut kosong tentu agak sulit. John sendiri memilih tetap terjaga karena sejak selesai makan dan api unggun yang padam semua suara dedaunan dan ranting patah yang tersenggol hewan membuat pikirannya terintimidasi. John tak dapat mengejar mimpi seperti pengawalnya yang lain, mereka sangat lelah sehingga tanah yang lembab laksana kasur empuk.
Lewat tengah malam kantuk yang mendera smeakin menjadi, hawa dingin yang teramat dan lelah yang mendera menyebabkan mereka akhirnya menyerah. Rombongan tersebut terlelap dalam buaian malam namun di kejauhan pasangan mata terus mengamati, merasa puas dengan kondisi buruannya yang terlelap tanpa pengamanan yang berarti, akhirnya mereka maju. Mereka tidak sedikit ada sebanyak sepuluh orang dengan berbagai benda tajam ditangannya.
Mereka melompat, menari kesenangan mengelilingi tubuh yang terbaring lemah. Bahkan suara gendang yang dipukul tak mampu membangunkan mereka. Salah seorang pribumi mendekat, melihat dan mengamati setiap wajah yang terbaring di taman. Pribumi itu hendak memberi pelajaran sedikit kepada orang-orang tersebut sebelum meng eksekusi mereka. Pribumi berhenti di hadapan John, wajah tenang dan damai John menarik baginya dan berjanji tak akan membuang kesempatan itu.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
