Perkampungan Rahasia
Marry mempersiapkan keberangkatan mereka setelah mendapatkan kapal yang akan membawa mereka kembali. Kapal yang seharusnya mereka persiapkan dalam situasi yang genting akhirnya mereka mendapatkan satu-satunya kapal untuk menyeberang. Sementara situasi seberang cukup kondusif, lewat petang hari Marry telah mengirimkan pesan kepada pengawalnya untuk menanti kapal dan mempersiapkan tempat kembali yang cukup aman.
Setelah kapal berlabuh di dermaga, Marry merasa cukup senang ada harapan bagi mereka untuk secepatnya melalui ketegangan. Putih juga ditarik naik, menjaga keseimbangan berpikir akan keselamatan yang akhirnya dia meragukan pilihan tuannya. Namun Marry tetap yakin mereka akan selamat jika berangkat saat ini, namun tak sebaliknya. Perasaan was-was mengiring mereka sampai kapal menjauhi dermaga. Kapal kayu yang cukup kuat namun dalam perhitungan telah mengantarkan mereka menjauh dari daratan.
Setelah daratan tak terlihat lagi, Marry kaget dan sekaligus lega sebab apa yang menjadi kekhawatirannya tertinggal di belakang. Kapal yang berlabuh meninggalkan sekelompok orang di belakangnya, para pengejar yang terlihat marah karena rencana mereka gagal. Strategi yang kendor karena perhitungan waktu yang menyulitkan mereka. Kapal itu seolah-olah menertawakan keterlambatan mereka dan memberikan lambaian terakhir dari atas kapal.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
