Pemukiman Rahasia
Marry mengulum senyumnya sendiri merasa diatas angin dan hatinya serasa akan menari-nari menggambarkan kelegaan. Marry tanpa sadar menahan napasnya, segera membuka pintu kamar dan menemukan laki-laki tersebut sudah bangun dari pinsannya. Pria itu masih terlihat bingun dalam posisi menyandar pada kepala tempat tidur, dengan tatapan ragu, mulutnya komat kamit memanggil nama Marry namun suaranya nyaris tak terdengar.
Marry mendekat lalu menempelkan telinganya ke bibir pria tersebut, menyimak lebih lama yang disampaikan oleh pria tersebut. Ternyata pria tersebut meminta Marry membawanya pergi dari rumah tersebut melalui pintu rahasia yang terdapat di dapur. Sementara dapur yang di maksud tentu melewati ruang tamu dimana Robert dan rombongan telah menunggu. Marry hanya berharap obat tidurnya bekerja lebih baik, sehingga mereka dapat melewatinya dengan aman.
Mereka akhirnya meninggalkan kamar tersebut lebih berhati-hati, akan tetapi suara langkah kaki dari beberapa orang melewati kamar dengan tergesa-gesa. Mereka merespon suara aneh dari dalam ruang tamu, Marry mengintip sedikit melalui celah pintu dan dirinya melihat banyak pelayan setengah berlari menuju teriakan dan kemarahan dari orang-orang di dalam lalu suasana segera hening. Marry memberi isyarat kepada pria paruh baya tersebut untuk bersabar.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
