Pemukiman Rahasia
Marry menepis tangan pengawal yang mencengkram erat tangannya, tanpa sengaja tubuhnya terdorong ke belakang. Gravitasi mendorong cukup kuat pada akhirnya tubuh mungil Marry jatuh menimpa tanah, tanpa sadar lecet pada ke dua tangan membuatnya meringis. Akhirnya pintu besar rumah mewah dibanting mengeluarkan bunyi dentuman. Dengan menahan rasa sakit, Marry berjalan menjauhi rumah tersebut hati-hati memeriksa kembali isi tasnya yang sempat dia sembunyikan dari orang-orang di rumah besar.
Tas kain sederhana di dalamnya terdapat koin-koin berharga dan mas murni batangan. Rasa lega menjalar ke seluruh tubuhnya merasakan kelegaan sebab segalanya tetap aman. Marry menarik napas lega saat benda-benda berharga tersebut aman. Meskipun rasa kecewa menghantam dadanya, Marry tetap akan mencari kebenaran atau orang yang tepat. Marry sempat melihat sepasang kaki yang terkulai lemas di balik pintu masuk yang terhambat kerai.
Rasa penasaran akan sosok yang terlihat telah dilumpuhkan dan sengaja di sembunyikan dari dirinya. Marry meminta izin kepada kedua pengawal yang mengiringnya untuk ke kamar kecil sebelum benar-benar pergi dari sana. Keinginannya terkabul dan rumah megah dengan begitu banyak ruangan dan pintu memberi peluang baginya. Marry berhasil mengelabui pengawal dengan hati-hati naik ke lantai satu dari lantai dasar setelah mengunci pintu kamar mandi.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
