Pemukiman Rahasia
Marry meletakkan cangkir-cangkir yang sudah di bubuhi obat tidur dosis tinggi tadi di atas meja dapur yang terbuat dari kayu jati. Teh terus mengepulkan uap panas dan wangi teh asli memenuhi ruangan, Marry hanya berharap dalam hati semuanya akan meminum teh panas buatannya tanpa menaruh kecurigaan. Marry bertahan di balik lemari kayu yang di dalamnya tersusun peralatan makan yang terbuat dari kaca dan kristal mewah.
Marry harus bersabar dan tenang untuk memastikan semuanya berjalan lancar, sebab Marry harus secapatnya meninggalkan tempat tersebut. Marry memang beruntung karena dalam hitungan menit saja seorang pelayan yang terburu-buru datang ke dapur dan tanpa berpikir panjang mengambil minuman tersebut dengan baki membawanya ke ruang tamu. Marry beruntung karena pelayan di rumah tersebut cukup banyak sehingga mereka tak mungkin berbagi informasi.
Maka setelah rencananya sukses Marry menyeruput kopinya menikmati keberhasilan dalam waktu singkat. Marry segera menuju ke kamar di bawah tangga yang tadinya tempat menyembunyikan laki-laki paruh baya yang dia duga sebagai orang yang tepat. Dalam langkah yang pelan dan pasti Marry berhasil melewati ruang tamu namun rombongan Robert tak terlihat di sana. Marry tidak sempat mencari lagi karena yang penting baginya adalah kamar tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
