Pemukiman Rahasia
Marry terbangun lebih awal dari seharusnya, sebenarnya hatinya memang tak nyaman dari awal. Dan suara ribut di luar kamarnya cukup membuatnya tak nyaman sejak malam. Setelah membenahi barang-barang bawaannya dan merapikan kamar, Marry keluar kamar dengan hati-hati membuka pintu kamar agar tak menimbulkan suara. Saat di ruang tengah yang hanya berisi bale-bale bambu dan sebuah lemari kecil bapak kepala desa telah menantinya.
Bapak kepala desa ternyata memang menunggu Marry karena secangkir teh panas yang terlihat dari kepulan asapnya tersedia dua cangkir dengan sepiring pisang goreng. Marry menghampiri dan duduk di hadapan pria paruh baya tersebut. Setelah berbasa basi seadanya, mereka mulai membicarakan situasi di luar yang tak kondusif, Marry tak mengelak lagi. Tujuan Marry dan alasannya hingga sampai di desa ini telah diketahui oleh Kepala desa.
Pria paruh baya yang terlihat tenang dan bijak tersebut memberikannya opsi. Marry percaya padanya maka ikutlah bersamanya maka dia akan membantu Marry untuk keluar desa dengan selamat. Namun jika Marry ragu maka dirinya bisa memilih meninggalkan desa melalui gerbang utama dimana di sana telah menunggu Robert dan orang-orangnya. Bahkan kepala desa menyampaikan bagaimana semalam Robert datang dan mengetahui kebohongannya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
