Pemukiman Rahasia
Marry memilih rumah kepala desa dan pria paruh baya yang tinggal sendiri itu membiarkan Marry tetap berada di dalam rumah sedangkan dirinya duduk di depan rumah beralaskan karpet bulu. Di desa itu hampir seluruh masyarakatnya berprofesi sebagai peternak domba. Mereka hidup dan membesarkan anak-anak mereka dengan bulu dan daging domba. Masyarakat hidup serba berkecukupan dan nyaris tak pernah ada keributan antar warga oleh masalah uang atau masalah lainnya.
Beberapa orang malah menunjukkan sikap kerja keras dan pengabdian yang loyal terhadap pimpinan, setiap tahun benang yang dipintal dan anak-anak muda yang telah terbiasa dengan pergaulan bebas banyak harus menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga yang singkat. Namun bagi bangsawan dan hartawan semuanya adalah harga mati dimana mereka akan mati-matian menentang kebejatan orang-orang yang derajadnya rendah.
Akan tetapi desa Domba ini melarang praktek yang demikian, semuanya sederajat dan mendapatkan perlakuan yang sama tanpa terkecuali. Dan hal tersebut menjadi ciri khas desa Domba ke berbagai penjuru dunia. Banyak yang ingin meniru desa Domba bahkan perihal kepemimpinan mereka yang bijaksana dan baik hati. Marry sekarang beruntung, dalam pelariannya selalu bertemu dengan orang-orang memiliki semangat untuk berbuat dalam hidupnya dan pantang menyerah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
