Pemukiman Rahasia
Marry terus melangkah ke luar dapur melalui pintu samping karena tak memungkingkan bagi Marry untuk tetap mencoba masuk. Para pelayan masih sibuk berbenah, membersihkan semua peralatan, mengerigkan dan menyimpan ke dalam lemari. Sedikit percakapan diantara mereka menjadi penanda jika masih ada manusia di dapur rumah besar. Marry terpaksa mengalah dan berpikir melaksanakan cara lain agar dapat meninggalkan rumah besar dengan aman.
Marry sampai di teras belakang bersamaan dengan suara ribut, gerbang luar terdengar suara-suara yang bersahut dan membangunkan seiisi rumah. Marry terus memasang telinga dan memastikan keberadaanya belum terdeteksi oleh orang-orang. Marry melihat percikan api di gerbang belakang sehingga kedua pintu gerbang dikuasai oleh para penyerang. Semuanya memakai topeng serigala dan kepala mereka tertutup kain yang diikat segitiga.
Mereka semuanya laki-laki dengan postur tubuh tinggi besar, bayangan mereka menutupi dinding. Tamu-tamu yang tadinya bersiap akan pergi istirahat kaget. Mereka belum siap untuk mendapat serangan mendadak dari orang-orang bertopeng dengan postur tubuh seperti algojo. Sejenak suasana memang agak ricuh namun mereka adalah orang-orang yang juga terlatih menghadapi situasi seperti itu. Sehingga tidak menjadi masalah bagi mereka untuk mendapatkan serangan mendadak.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
