Pemukiman Rahasia
Orang-orang menyaksikan pertarungan dalam derap dan debu yang bertebrangan membentuk gelombang hitam yang berputar menuju langit. Marry menatap gumpalan debu dan kabut yang melayang di atas dalam derab kaki kuda yang memecah sunyinya hutan. Marry terjaga dari tidurnya, perasaannya telah lama tak nyaman dengan kondisi rumah besar yang terus hening. Marry memang membuka jendela kamarnya lebar-lebar dan membiarkan dinginnya malam menyeruak masuk.
Marry membenahi pakaiannya, semua barang-barangnya untuk dibawa secepatnya menjauh dari rumah besar. Marry tahu akan ada bahaya besar yang menghadang mereka, dia harus bersiap-siap meninggalkan rumah besar itu. Ada yang menerjang pekatnya malam untuk mencapai rumah besar dengan cara apa pun, Marry sadar dirinya menjadi sasaran mereka kali ini. Kamar di bawah tangga itu menjadi saksi keberadaan Marry dan aktivitasnya.
Marry berjalan mengendap-endap meninggalkan kamar dalam suasana gelap terus ke arah dapur, lorong itu menjadi tujuannya. Namun suasana dapur yang cukup terang mengurungkan niatnya masuk ke dalam, para pelayan masih bekerja membersihkan segala peralatan memasak yang terbengkalai. Marry menyusun rencana terbaik yang dapat dia lakukan untuk keluar dari rumah itu tanpa pemeriksaan ketat. Marry bersabar dan menunggu dalam diam dan remangnya lemari pajang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
