Pemukiman Rahasia
Mereka berhasil merapikan kembali letak lemari agar menutupi pintu lorong yang sewaktu-waktu akan mereka pergunakan kembali. Marry membantu pria itu menelusuri dapur menuju teras belakang, mereka harus mencapai pintu keluar lewat belakang lebih cepat sebelum semuanya terlambat. Marry cukup paham jadwal pergantian kerja dari semua pelayan di rumah ini, daya ingatnya yang baik jelas hanya perlu satu kali melihat sudah langsung terekam.
Keseluruhan pelayan yang jumlahnya memang tak terlalu banyak sehingga mudah bagi Marry mengingat setiap pergantian. Mereka dengan penampilan yang menyakinkan membawa baki berisi makanan pesanan pemilik rumah akhirnya berhasil melewati penjagaan. Marry kemudian meletakkan makanan yang di bawanya ke atas meja dan tangan cantiknya dengan leluasa menata bunga-bunga segar dari taman yang baru dipetik ke dalam vas besar yang terbuat dari kristal.
Marry menata menjadikan bunga tersebut sebagai pusat fokus tuan ruamah pagi ini, dengan harapan pesannya dapat terbaca. Saat laki-laki bijaksana tersebut memasuki ruang makan utama, dengan penghormatan dan dibalas sapaan yang lemah lembut dikejutkan bersama vas-vas yang telah penuh teris aneka bunga. Namun saat pandangan matanya tertuju kepada Marry senyum di bibir perempuan bangsawan itu menjadi kode penting bagi dirinya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
