Pemukiman Rahasia
Marry memaksakan dirinya sedikit untuk membantu orang itu, memapahnya ke pinggir lalu dengan tangannya sendiri merobek roknya. Tanpa berpikir panjang meberikan botol minumannya dan membasahi potongan kain itu dengan air lalu membersihkan luka-lukanya. Setelah yakin laki-laki tersebut lepas dari rasa kaget dan tertekannya Marry mengajaknya ke bangku taman lalu membaringkan tubuhnya. Kemudian dengan telaten Marry memberishkan dan mengobati bagian yang terluka.
Marry terus berusaha sekuat tenaganya melepaskan rasa tajut dan sekaligus luka yang cukup berat pada laki-laki yang masih shock sehingga tak mampu mengucapkan kata-kata. Setelah sekian lama berusaha dan menderita robek pada beberapa bagian pakaiannya baru Marry menyadari ada yang aneh, dimana para pelayan atau keamanan tak satu pun datang menolong. Mereka hanya mengamati dari jauh seakan tak melihat apa-apa.
Hal demikian membuat Marry kesal dan dengan perasaan mendongkol dia berjalan menuju ke arah salah seoarang pengawal. Wajahnya yang ditekuk menandakan dirinya menyadari sesuatu akan tetapi ada yang melarangnya untuk berbuat baik. Marry menayakan atas ketidak pedulian mereka dan mengapa hal seburuk itu menjadi pemandangan biasa disana. Marry hanya menerima kesunyian dan malah pengawal tersebut berlalu menjauh seakan Marry adalah masalah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
