Pemukiman Rahasia
Robert langsung menuju tempat yang dimaksud dalam memori masa kecilnya, tempat luar biasa yang mengingatkan dirinya jika segalanya akan baik-baik saja. Robert menuruni tangga dengan perasaan yang tak karuan, berbuat senormal mungkin. Napasnya diatur sedemikian rupa, agar langkah kakinya tak terdengar di lantai tanah yang dingin. Robert mendorong pintu kamar dengan hati-hati seolah-olah takut akan ada yang terbangun dan kabur jika mendengarnya.
Saat gagang pintu diputar dan hatinya merasa hangat, Robert menemumukan kekosongan yang hampa. Robert hanya menemui kasur yang masih rapi, tak ada tanda-tanda keberadaan Marry hatinya langsung kecewa. Robert berbalik menuju keruangan lain di bawah tanah ada dua kamar yang ukurangnya hampir sama. Kali ini pintu kamar terkunci rapat dari dalam, berkali-kali Robert mendorong namun tak bergerak sedikit pun.
Kemudian Robert memanggil beberapa orang pengawalnya, meminta mereka membuka paksa pintu dengan semua kekuatan yang dia punya. Namun tetap tak ada respon, pintu akhirnya terbuka dan yang terlihat hanya kamar kosong. Tempat tidur yang bersih dan rapi tak berpenghuni, Robert berbalik, mencari ke semua ruangan. Barangkali semuanya akan jelas jika mereka menemukan Marry lebih awal, sekarang mereka akan kembali mencari pada tempat yang tak pasti.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
