Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Bunga terus berlari berusaha mencapai tempat terdekat dengan pemukiman, jalanan yang gelap dan sepi karena bersamaan dengan waktu magrib. Gadis cilik itu malah tak sempat memikirkan arah yang benar, atau tas sekolah yang terlepas darinya. Bunga sedikit lega saat penerangan terlihat di depan matanya, tangan mungilnya malah berhasil mencapai pinggir batang tebu yang posisinya tepat di belakang pemukiman penduduk.

Tangan mungil yang penuh harapan akhirnya terpaksa sekedar melayang diudara, sebuah tangan yang kasar dan besar menarik tubuhnya kebelakang. Bunga masih berusaha meronta memberikan perlawanan kepada penyerangnya. Bunga terlalu kaget dengan penyerangan yang mendadak kepadanya, sampai suara teriakan yang seharusnya keluar dari mulut gadis itu akhirnya tertahan. Para penyerang itu membawa gadis cilik yang tak berdaya menjauh dari pemukiman.

Kebun tebu dengan batang-batang tebu yang rapat telah menjadi saksi bisu kejadian tragis yang telah menimpa seorang anak kecil. Beberapa benda miliknya terlihat masih tercecer diantara batang tebu, beberapa tebu juga terlihat patah dibeberapa tempat. Tempat itu kembali sunyi, seperti tak ada tragedi apapun yang terjadi. Sementara di mesjid Pak Sarno terlihat gelisah dan kebingungan karena tak berhasil menemukan Kumbang.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post