Kumbang dan Bunga
Perjalanan hidup yang seperti mulus adanya namun akhirnya menjadi tragedi merobek segalanya. Bunga yang tumbuh dalam kebaikan hati dan petaka, saat itu Bunga remaja masih ingat dirinya yang terlambat pulang ke rumah. Setelah menyelesaikan semua urusannya terkait kegiatan esok harinya Bunga meninggalkan halaman sekolah. Waktu sudah lewat magrib, dan hanya Bunga yang ada di sekolahnya, sebelum magrib tadi memang ada Pak Surib penjaga sekolah.
Pak Surib sebenarnya telah mengingatkan gadis itu untuk segera pulang setelah dua orang temannya pulang. Magrib adalah waktu yang rentang bagi anak-anak dalam usianya, namun Bunga memberikan alasan jika besok mereka ada yang terlambat maka tugas untuk penampilan besok harinya tak akan ada kendala. Bunga juga menyampaikan jika hanya beberapa menit lagi semuanya akan beres. Pak Surib hanya geleng-geleng kepala menanggapi sikap Bunga yang keras kepala.
Ketika azan magrib berkumandang dan Pak Surib bergegas pergi meninggalkan Bunga yang masih sibuk dengan aktivitasnya, hati pria paruh baya itu tak nyaman seperti akan ada kejadian yang akan menimpa gadis kecil itu. Perjalanan ke mesjid tak berapa lama namun rute perjalanan pulang gadis itu tak akan sama dengannya sehingga Pak Surib tak akan dapat memantau perjalanan Bunga. Saat tiba di mesjid laki-laki paruh baya itu bertemu Kumbang dan melihat anak laki-laki itu perlahan sebuah ide muncul di kepalanya.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
