Kumbang dan Bunga
Mereka berkumpul pada satu titik yaitu rumah orang tua Bunga, sementara beberapa orang terlihat masih memanggil nama Bunga di sekitar rumah. Ketika fajar menyingsing di ufuk timur beberapa orang pamit diikuti yang lain sehingga rumah itu kembali sepi. Dan kedua orang tua itu hanya mampu terduduk dalam lelah hati dan pikiran, mereka hanya punya Bunga dan gadis itu kini hilang. Keduanya tak mampu lagi membendung air mata yang turun seperti air bah.
Sementara di sekolah seorang anak laki-laki terus memeriksa ruang demi ruang agar memastikan anak perempuan kecil itu berada. Anak yang beberapa kesempatan bertemu dengan dirinya, dengan matanya yang tajam namun lembut. Senyumnya yang ringkas namun tulus dan sikapnya yang selalu peduli dan terus bertanggung jawab. Hatinya selalu mengetuk dan mengajak untuk menegur, akan tetapi upaya itu belum terjawab.
Kumbang berhenti di kebun belakang sekolahnya, matanya yang tajam dan pendengarannya yang peka menangkap sesuatu yang berbeda. Di depan pintu masuk kebun yang terhubung langsung dengan sekolah terlihat terbuka. Sebagaimana sebelumnya pintu itu dikunci dan digembok, namun kali ini pintu itu terbuka. Kumbang berjalan mendekat, memperhatikan beberapa jejak terlihat memasuki pintu dimana jejak tersebut berasal dari hutan lebat di belakangnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
