Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Mereka berkumpul di balai desa dengan wajah panik dan cemas yang terbuka, terlebih kedua orang tua Bunga. Meskipun semua orang meminta keduanya sabar dan berpikir positif namun sebagai seorang ayah yang aktif memperjuangkan hak-hak orang susah namanya lebih berpotensi untuk dihancurkan. Jika segala cara yang secara langsung ditujukan kepada mereka namun gagal tidak tertutup kemungkinan untuk mencelakai anak mereka satu-satunya.

Pak Sarno hanya mampu menundukkan kepala menyesali sikapnya yang kurang waspada, seandainya semuanya terbalik tadi tentu akan jauh lebih aman bagi Bunga. Dia juga menyesal sebab telah melarang Kumbang untuk menyusul Bunga, dirnya sempat memaksa Kumbang untuk lebih memilih solat daripada keselamatan Bunga. Namun rasa bersalah tak akan mapu mengembalikan Bunga, gadis cilik yang masih berusia 12 tahun itu.

Mereka akhirnya sepakat untuk mencari Bunga malam itu juga keseluruh pelosok negeri, rombongan dibagi menjadi dua dan direncanakan akan menelusuri dari dua arah yang berbeda dengan titik tumpu yang sama. Kedua orang tua Bunga memliki ikut rombongan pertama sehingga mereka bergerak lebih dahulu, semua bergerak seperti robot sebab mereka semua berjalan kaku dengan arah yang sama, pandangan mereka fokus namun pikiran mereka telah pergi.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post