Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Bunga tetap fokus pada tujuannya, meraih kekuasaan yang selayaknya melebihi pencapaian kedua orang tuanya. Bunga memilih strata yang sama dengan kedua orang tuanya agar mendapatkan kehormatan dan pelayanan yang sama. Namun ada hal lain yang dia inginkan secara berbeda tentang tetap berada di kampung itu dan pergi selamanya menuju kota. Kota yang masih terasa menyenangkan dalam imajinasinya.

Semua berjalan lancar seperti air yang mengaliri persawahan sebagai satu-satunya poros kekeuatan warga di desa tersebut. Bunga rajin dan pintar sehingga semua warga sangat yakin jika Bunga dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang paling tinggi. Kedua orang tuanya bangga, anak semata wayang mereka berpotensi melanjutkan usaha mereka yang sedang naik daun. Namun tanpa mereka sadari hal tersebut secara tidak langsung menjerumuskan anak mereka kepada petaka.

Dilain ruang pada waktu yang sama, Kumbang tetap berjuang menghidupi adik-adiknya. Setelah kepergian ibunya dan laki-laki yang bernama Ayah menjauh dari mereka karena enggan menjadi tulang punggung dirinya menjadi kuat. Kumbang pulang setiap pukul delapan malam, membawa dua nasi bungkus dan sedikit beras. Nasi bungkus akan mereka makan bertiga dan beras adalah bekal untuk sarapan adik-adiknya besok.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post