Kumbang dan Bunga
Mereka hanya bertatapan saling menilai dan tanpa sepatah kata keduanya berlalu menuju arah dan tujuan masing-masing. Bunga sangat bersemangat dalam aktivitasnya mengejar impian melalui buku-bukunya yang super tebal. Guru di sekolah mengenalnya sebagai anak yang rajin dan pintar, meskipun keluarganya berkecukupan hidupnya sangat sederhana. Sedangkan anak laki-laki itu menjalani kehidupan yang keras dan kejam.
Pada setiap ritmenya dan uluran takdirnya, menghendaki keduanya berjalan pada rel yang berbeda, hati yang sama dan waktu yang menyimpannya dengan rapat. Bunga dan Kumbang tumbuh selayaknya manusia biasa. Bunga terus mengejar impiannya dan Kumbang terus berjuang agar keluarganya terus dapat hidup. Mereka terus bertumbuh dalam tujuan dan mimpi yang berbeda, dalam kehidupan yang sepenuhnya tertutup.
Dalam beberapa waktu berikutnya sebuah kenyataan membawa jalannya kearah lain, kemiskinan yang teramat serta aturan adat yang terlalu mengikat membuat semuanya berlaku kejam bagi Kumbang. Ibunya jatuh sakit dan mereka harus kehilangan lebih cepat. Kemiskinan menjadi hal pertama yang disalahkan oleh Kumbang dimana dirinya harus kehilangan segala yang dibutuhkan untuk bertahan. Namun wajah-wajah polos dan tak berdosa telah memaksanya untuk kuat.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
