Kumbang dan Madu
Kumbang tak beranjak dari tempatnya menahan nafasnya lebih lama, ada rasa sakit yang menekan hatinya. Apapun yang akan dia lakukan sebagai anak kecil dia belum berani, jelas satu orang dewasa saja tak akan mampu diriya hadapi. Ada banyak rencana yang ingin dia lakukan untuk membantu seseorang yang sedang mendapatkan kekerasan. Kumbang tidak mengerti kenapa lima orang laki-laki dewasa tersebut menyerang seseorang.
Kumbang mencoba mendekat untuk mengenali siapa sebenarnya yang berada di atas meja, upaya Kumbang berhasil membawanya mendekat. Kumbang menutup mulutnya menolak berteriak saat kedua matanya terbelalak melihat siapa yang sedang menjadi objek perlakuan buruk tersebut. Kumbang merasa keringat dingin mulai mencair di keningnya. Hati kecilnya ngelangsa dan tertekan ketika mata kecilnya yang polos dan otaknya yang baru berkembang melihat semuanya.
Kumbang tetap berdiri disana dengan pikirannya yang kacau, hatinya yang hancur dan mulutnya yang terpaksa diam. Setelah merasa kedua lututnya lemas, anak laki-laki tersebut terduduk lemas berharap semuanya segera berakhir. Beberapa jam setelahnya Kumbang sadar dan mendapati dirinya masih berada di dalam ruangan tersebut. Orang-orang dewasa tadi telah pergi menutup ruangan dan meninggalkannya dalam gelap.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
