Pemukiman Rahasia
Lorong dibalik dinding tinggi itu hancur berkeping-keping menyisakan debu dan segunung tanah yang terpaksa roboh. Robert melihatnya sebagai suatu jalan terbaik untuk melenyapkan Marry, hatinya meskipun tak tega akan tetapi cara tersebut adalah yang terbaik saat ini. Robert tersenyum puas saat merasakan udara segar kembali. Mereka telah tiba di didalam kastil kembali, pada tirai panjang yang indah juga kepuasaan batin sebab dirinya telah mendapatkan kembali benda berharga tersebut.
Mereka berkumpul serta membicarakan langkah selanjutnya, dan mereka memilih membagi rata harta benda yang mereka peroleh. Marry terbangun dan kedua matanya yang indah enggan terbuka padahal dari luar jendela mentari pagi telah berbagi kehangatan dengan dirinya. Marry mengucek-ngucek matanya, memilih turun dari ranjang yang empuk menutu wastafel lalu membersihkan wajah dan mulutnya. Marry melihat tampilannya di dalam cermin, kusut dan kuyu tak ada semangat hidup.
Marry terus membasuh wajahnya, merasakan setiap detail kehidupan yang mengekangnya. Karena semua paksaan atau intimidasi telah berlalu dari hidupnya dengan baik. Marry merasa dirinya sangat layak untuk memulai kehidupan baru di tempat itu, pemukiman rahasia yang menjadi salah satu wilayah aman tempat dirinya bersembunyi dari musuh-musuhnya. Marry mendapat kabar jika jalan kembali telah runtuh namun kekuatan hatinya belum goyah sedikit pun.
TAMAT
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
