Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pemukiman Rahasia

Pemukiman Rahasia

Robert menarik tas kain berwarna putih, membawa ke kamarnya atau mungkin ke benteng untuk membagi-bagikan kepada teman-temannya. Hatinya lega, perasaan kehilangan untuk sementara pergi dari hatinya. Robert bersiul panjang yang menggema ke seluruh ruangan, beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki menembus malam. Suara yang serta merta menyibukkan malam memberikan peringatan dan juga kabar.

Robert tersenyum masam dengan bola mata yang nyaris keluar saat melihat isi tas kain. Amarah dalam hatinya memuncak, kepercayaan kepada Marry akan niat baiknya untuk mengembalikan benda yang telah mereka kumpulkan dengan susah payah. Benda berharga yang merenggut nyawa sahabat baiknya John kini berwujud batu bata. Dengan kesal batu bata tersebut dia lemparkan ke lantai, batu bata yang bertemu pualam pun hancur berantakan.

Sementara puluhan pasang mata yang sejak tadi mengawasinya tampak heran dan kaget menormalisasi keadaan dengan mencoba menyabarkan Robert. Robert berteriak memaki maki Marry sebagai penghianat yang telah menodai kepercayaan. Dalam amarah yang menggebu-gebu Robert memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Marry baik dalam kondisi hidup maupun mati. Robert benar-benar meluap, tujuannya sekarang hanya satu yaitu menghabisi Marry.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post