Pemukiman Rahasia
Marry menyantap sarapannya dengan senang dan lega, senyum tak dapat lepas dari wajahnya yang bersemu merah. Suasana hangat dan tenang membalut ruangan yang sederhana namun terlihat sangat kekeluargaan. Marry menerima rumah yang jauh lebih kecil dan sempit jika dibandingkan dengan kastilnya dahulu. Namun keberadaannya di dalam lingkungan sekarang menjamin kehidupannya ke depan yang lebih baik.
Marry berharap Robert telah menemukan apa yang dia kejar selama ini, benda berharga yang menurut mereka akan membawa kepada kehidupan yang lebih baik. Marry menutup sarapannya dengan secangkir kopi, lalu perempuan itu berdiri dan membawa piring kotornya ke wastafel. Marry merapikan gaunya sebelum memutuskan meninggalkan dapur menuju ruang utama. Peti besinya telah duluan ke kamar dan nanti sore akan ada acara jamuan untuk kedatangannya.
Marry melirik sebentar ke pintu tempat dirinya masuk tadi, seakan matanya dapat menembus pintu tersebut. Mata Marry melihat Robert dan beberapa orang pengawalnya telah tiba di depan pintu, mereka menemukan tas kain berwarna putih. Mereka sontak berteriak kesenangan karena apa yang mereka cari akhirnya ketemu, dan saat mereka membuka tas tersebut benda berkilauan dengan jumlah yang fantastik. Sementara waktu mereka melupakan tujuan awal untuk menangkap Marry.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
