Pemukiman Rahasia
Robert berteriak sepanjang lorong puri hingga ke ruang keluarag dengan langkah yang pasti semua pengawal telah menuju penjuru. Namun orang yang mereka cari seperti hilang di telan bumi, tak diketahui kemana perginya perempuan yang membuat semua harapan mereka hanyut. Kata-kata marah seolah-olah tak menjadi acuan penting lagi bagi mereka saat ini. Robert memerintahkan semua orang untuk mengepung dan menutup kastil agar Marry tak dapat lolos.
Mereka berkumpul di tengah atau ruang tamu setelah tiga jam menenlusuri setiap lorong secara bersama-sama namun gagal. Tak ada Marry apalagi bayangannya setiap sudut dan setiap ruangan telah mereka aduk-aduk dan hasilnya nihil. Kelelahan dan keputusasaan menyebabkan amarah mereka memuncak, barang-barang yang tak bersalah entah berapa semenjak tadi telah menjadi sasaran pelampiasan. Marry sendiri sebenarnya telah jauh ke dalam lorong di dalam tanah tepatnya dibalik didinding.
Marry tak tahu tujuan akhir dari lorong tersebut, namun hatinya telah bulat untuk tak memberikan apa pun kepada orang-orang rakus yang mengejarnya. Mungkin dirinya akan kehilangan segala dayanya, harapan dan tujuan hidupnya akan ntetapi dirinya tak akan menyerah dalam upaya menangkap Marry. Robert memiliki satu tujuan menguasai semua harta dan benda yang di dapatkan Marry. Saat keputusasaanya Robert melihat kebenaran dibelakang tirai putih yang panjang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
