Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Bunga dalam pelarian itu membuka matanya dan dengan lirih memanggil nama kedua orang tuanya, sejenak kegelisahan mendera hati mereka saat melihat gerakan Bunga yang sedikit saja menyebabkan luka-luka di sekujur tubuhnya kembali mengalirkan darah. Mereka tak ingin berhenti agak sebentar merupakan resiko. Akan banyak peluang mereka tertangkap jika tak segera berlalu. Namun luka-luka itu seakan tak ingin berkompromi.

Ada hal lain yang lebih berat menyebabkan pendarahan hebat akibat kekerasan pada organ tertentu. Bu bidan meminta Kumbang memberhentikan gerobaknya dan mencari tempat aman guna menyelamatkan nyawa Bunga. Khususnya menghentikan pendarahan, dalam pikiran bu bidan semua obat-obatan telah dia bawa dalam tas besarnya namun ternyata dia lupa dan meninggalkan obat tersebut di dalam kamar dan hasilnya mereka berada pada titik kalut.

Kumbang menghafal setiap daerah khusunya hutan belantara mengajak mereka ke gua di belakang air terjun. Tempat yang terlihat sederhana namun bersih, karena gua tersebut dijadikan oleh Kumbang sebagai rumah kedua keluarga mereka. Jika harus mencari hasil bumi dalam jumlah yang besar maka Kumbang akan memilih tinggal sementara di guanya. Menempuk hasil jarahannya di hutan lalu memisahkan kelompok hasil temuanya untuk dibawa ke desa dan dijadikan uang.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post