Kumbang dan Bunga
Semua berjalan sesuai rencana kecilnya, Kumbang menggendong Bunga mencoba membuat gadis kecilitu merasakan nyaman. Beberapa luka di tubuhnya telah dia bersihkan memakai baju kaosnya. Baju Kaos itu kini telah berubah warna karena darah yang keluar dari tubuh Bunga cukup banyak. Kumbang merasa sangat kasihan melihat luka-luka itu, namun dirinya tak akan mengambil resiko lebih lama dengan menunggu orang dewasa atau mencari orang dewasa yang akan membantunya.
Kumbang terus mengucapkan doa sambil terus memanggul tubuh Bunga di punggungnya yang lebar, kakinya dengan tegap melangkah pasti menembus pekatnya malam. Kadang langkahnya terseok dan akhirnya menjatuhkan Bunga yang sedang di gendongnya. Namun Kumbang akan bangkit kembali menggendong Bunga yang masih pinsan. Kumbang telah terbiasa memanggul beban berat tak menemukan kesulitan membawa tubuh mungil Bunga.
Kumbang sengaja berjalan memutar atau lewat pintu belakang, kebetulan jarak tempuh antara sekolah dan rumah bidan Wangi hanya sekitar lima puluh meter dari sekolah. Kumbang hanya memikirkan keselamatan Bunga sehingga tenaga medis yang dirinya tahu adalah bu bidan dengan jarak terdekat. Kumbang tengetuk pintu rumah dinas bidan beberapa kali sampai Kumbang mendengar langkah kaki mendekat dan suara kunci pintu di putar.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
