Kumbang dan Bunga
Mereka panik sejenak mengenai keberadaan Bunga yang tiba-tiba menghilang dari pandangan, sejenak saling menyalahkan menjadi solusi namun akhirnya kesepakatan datang. Bunga sebagai target harus berada dalam keadaan tidak baik, harus dibuat jauh dari semua orang termasuk orang tuanya sendiri. Karena orang tuanya tak akan terima anaknya diperlakukan dengan tidak baik, semuanya menjadi jelas dimana jeruji besi akan menjadi taruhannya.
Mereka tentu harus menahan letih dan kantuk yang mendera, menghabiskan waktu untuk mencari buruan mereka. Sementara kelima laki-laki itu sibuk mencarinya, Bunga terseok-seoak membagi kekuatan tubuhnya untuk terus bertahan pada jalur yang benar. Bunga berjalan memutari air terjun agar dapat kembali ke gua dan atau bersembunyi di sekitar gua. Tubuhnya masih terasa sakit namun ketakutan melihat orang-orang yang menyiksanya membuat hatinya teguh.
Samar dirinya mendengar suara langkah kaki dan ranting patah namun kesadarannya semakin menipis. Dalam kondisi demikian luka yang masih belum kering akhirnya berdarah kembali, kepalanya benar-benar berat. Bunga terus berdoa dalam hati agar dirinya dapat selamat dari lima laki-laki yang cukup dikenalnya malah berhubungan dekat dengan orang tuanya akan tetapi justru mereka berbuat jahat kepadanya. Bunga sadar jika dirinya tertangkap kembali maka jalan keluar akan benar-benar tertutup.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
