Kumbang dan Bunga
Sementara menunggu Kumbang datang, bidan baik hati itu menghidupkan api pada tungku batu. Tanpa kesulitan sedikit pun segala usahanya berjalan lancar. Kemudian memanaskan air untuk mereka konsumsi dan membersihkan luka-luka Bunga. Tak berapa lam Kumbang datang membawa umbi dan daun-daun herbal yang diharapkan mampu membantu penyembuhan luka Bunga. Kumbang berharap dalam diamnya terus berdoa.
Mereka berdua bekerja dalam diam yang terus terpatri di bibir keduanya, Bunga mulai sadar kembali setelah pinsan entah untuk keberapa kalinya. Luka ditubuhnya sebentar lagi akan sembuh namun kedua penolongnya dalam kegembiraan dan sekaligus kecemasan sebab akan banyak pertanyaan setelah ini baik dari Bunga sendiri maupun masyarakat. Luka fisik gadis itu telah sembuh sepenuhnya, akan tetapi ada bagian yang akan meninggalkan jejak selamanya.
Kumbang mengajak bidan desa itu menjauh sejenak setelah mereka makan malam dan proses pembersihan luka-luka pada tubuh Bunga selesai dibersihkan. Bunga sendiri setelah makan malam terlihat nyaman dengan dirinya yang bersih dan suguhan makanan yang cukup bervariastif menyebabkan gadis itu melukis senyuman pertamanya setelah tragedi tersebut. Senyum yang sama dengan ketika Kumbang melihatnya berteduh di depan gerbang sekolah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
