Kumbang dan Bunga
Bunga belum dapat menceritakan dengan detail peristiwa tragis yang dialaminya, kedua orang tua mereka tampak khawatir. Dampak dari kejadian tersebut ternyata cukup panjang dan berat sehingga harapan Bunga akan kembali ceria seperti sebelum kejadian tragis tersebut. Bahkan fisiknya yang dikatakan telah sembuh seratus persen, akan tetapi cahaya hidup batinnya tak mmapu menyala. Hati-hati kedua orang tuanya mencoba menyentuh namun sesuatu yang janggal tak mampu terdeteksi.
Bunga sendiri telah sering menyendiri dalam kesepiannya, mencoba mencari sosok Kumbang agar memberikannnya sedikit keberanian untuk bicara. Kumbang sering melewati rumahnya dari bukit kecil di belakang rumahnya. Kumbang terus mengirimkannya pesan-pesan dalam sandi-sandi, yang isinya menguatkan Bunga menyampaikan jika dirinya akan terus menjaga Bunga dari kejauhan sampai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kemalangannya buka suara.
Kumbang terus mengirimkan kapal kertas dari bukit itu dan entah bagaimana kapal kertas tersebut dapat mendarat di depan jendela kamar Bunga. Bunga akan menyimpan kertas-kertas berisi langkah-langkah penyelamatan diri bagi Bunga jika terdesak dan terintimidasi. Sementara bidan baik hati terus mendampingi Bunga secara hati-hati. Bidan tersebut mengetahui siapa yang wajib dipercayai dan diwaspadai. Sebuah rencana telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk keselamatan Bunga dari para predator.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
