Kumbang dan Bunga
Bunga masih bebas dalam sangkar emasnya, sementara komunikasi dengan pihak pembelaan telah terlipat dan diam. Gadis cilik itu melalui hari-harinya dengan diam, mereka selalu diawasi sepertinya kejadian tragis itu tidak ada dan hanya sebuah sejarah. Bahkan aksi mogok makan yang dilakukan oleh Bunga tidak berlangsung lama. Tubuhnya lagi-lagi down dan secara terpaksa kembali berada di tempat tidur, kondisi yang sangat labil dengan infeksi bakteri yang menggerogoti tubuh mungilnya.
Bidan baik hati akhirnya memutuskan untuk merawat gadis kecil itu ke tempat yang lebih baik, dengan berani dirinya mengusulkan membawa ke rumah sakit dengan alasan medis dan keselamatan Bunga. Namun ada satu hal yang tak mereka sadari Kumbang terus berjuang. Malam itu setelah semua orang tertidur, dua orang berteman itu akhirnya bertemu di ujung jalan yang hanya diterangi oleh obor minyak tanah yang berbau.
Kumbang menceritakan perjalanan panjangnya dengan tetap fokus bekerja, hingga dalam malam berutnya Kumbang memukan banyak fakta yang sangat tak sesuai dengan real di lapangan yang hal ini ternyata Bunga tinggal dalam kegelapan bahkan orang terdekatnya telah melakukan perbuatan jahat melepaskan identitas terhormatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Mereka orang terdekat yang seharusnya menjaga namun dengan kekuatannya malah mencelakai seorang gadis kecil yang malang.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
