Kumbang dan Bunga
Setelah semuanya kembali dalam keheningan dan kegelapan yang panjang, hanya bayang-bayang pepohonan di halaman belakang sekolah. Kumbang hanya sendirian namun otaknya yang cerdas telah melihat celah bagi keduanya untuk kabur. Kumbang bangkit memeriksa tubuh temannya dan denyut itu masih ada meskipun kecil. Anak laki-laki itu memperbaiki pakaian Bunga dimana sebelumnya Kumbang membersihkan tubuh mungil yang penuh luka dengan hati-hati.
Kumbang mencoba semampunya, hanya beberapa luka yang tak terlalu lebar dapat diobati dengan serbuk herbal yang selalu dia bawa. Kumbang terus mendorong tubuh anak perempuan yang kembali pinsan, cairan merah yang terus membanjiri lantai lama kelamaan akan berakibat vatal bagi anak perempuan itu. Setelah usahanya berhasil memberikan kenyamanan kepada anak perempuan yang kini masih dalam kondisi pinsan.
Sementara warga desa telah kembali pada aktivitas mereka sebelumnya, banyak dari mereka masih terbenam dalam rasa penasaran setelah hilangnya anak umur tiga belas tahun. Anak pemuka desa yang sangat dihormati karena jiwa sosial dan sikap suka menolong, nyaris tak memilki musuh namun sekarang nasib anaknya belum diketahui Dan ibu Bunga juga berkomitmen dengan ikrarnya untuk terus mencari keberadaan Bunga apapun yang terjadi.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
