Kumbang dan Bunga
Kumbang terus menyeret gerobaknya, kadang ke barat lalu berbelok ke utara kemudian setelah beberapa kilometer kembali ke timur. Seolah-olah akan mengajak pemburunya berputar namun yang pasti menjauhi gua penyelamatnya. Setelah lelah membuat alur yang berbeda dan merasa cukup yakin semuanya akan baik-baik saja Kumbang menyembunyikan gerobak tua itu kebalik rimbunnya semak belukar. Kumbang merasa gerobak itu akan ada manfaatnya dilain waktu.
Kumbang kembali lewat jalur belakang dengan tetap memasang kewaspadaan dan menajamkan pandangan matanya. Dalam setiap langkahnya yang nyaris tanpa suara Kumbang tetap mengamati sekitarnya, baik tumbuhan dalam wujud daun, akar tanaman hutan dan umbi-umbian menjadi pokok pencariannya saat ini. Kumbang sangat jeli dalam hal tersebut, dirinya bermaksud mengumpulkan bahan-bahan tadi untuk pengobatan dan pemulihan Bunga.
Pada saat yang genting ternyata Kumbang masih mampu memutar otaknya, dengan pengetahuan mendalamnya tentang tumbuhan. Kumbang juga memungut ranting kering yang berguna baginya kelak untuk menghagatkan mereka nanti. Namun perjalannya terhenti karena telinganya yang nyaring mendengar langkah kaki mendekat. Dan benar saja kelima laki-laki yang sebelumnya mengejar mereka telah sampai di tempat tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
