Kumbang dan Bunga
Sementara rombongan kepala desa dan warga yang bersimpati terhadap keluarga Bunga telah memulai pergerakan kembali. Sebuah pesan telah dikirim kepada kepala desa dan warga jika Bunga telah di temukan. Akan tetapi pada rombongan yang bergerak dengan niat baik juga telah diikuti oleh orang-orang yang berniat buruk. Mereka membawa pertanyaan di dalam hatinya, berapa lapis nyawa yang dimiliki oleh anak perempuan tersebut sehingga tekanan yang mereka lakukan belum berpengaruh.
Mereka bergerak memasuki kawasan hutan, beberapa orang terus memanggil nama Bunga. Mereka akhirnya menyebar keluruh penjuru hutan. Suara langkah kaki yang menginjak ranting dan nyala obor ternyata cukup sebagai penerang dan isyarat keseriusan mereka. Rombongan terus bergerak, sementara matahari mulai menampakan wujudnya. Semua orang malam itu sibuk menyibak hutan untuk menemukan keberadaan gadis kecil itu.
Suara warga yang sibuk memanggil cukup terdengar oleh kelima laki-laki sebagai pelaku. Awalnya mereka tak mengindahkan akan tetapi kali ini ada yang berbeda. Jumlah masa yang terlalu banyak menciutkan nyali mereka. Salah seorang dari mereka mengajak rekan-rekannya untuk pergi saja sementara dari hutan tersebut guna keselamatan mereka. Kumbang yang melihat ada peluang maka dia dengan secepatnya berlari ke gua dan menyamarkan keberadaanya.
Besambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
