Kumbang dan Bunga
Kumbang memberanikan dirinya untuk mendekati meja besar dimana diatasnya berada seorang anak manusia yang kedua tangan dan kakinya diikat. Sementara mulutnya dibungkus lakban hitam, Kumbang melihat seragam anak perempuan tersebut yang dikenalinya sebagai seragam sekolah yang sama dengannya. Kumbang memang tak melihat wajahnya secara jelas akan tetapi hatinya telah medadak kecut saat melihat tampilan anak perempuan itu.
Sebagai anak laki-laki yang dipundaknya telah terpikul begitu banyak tanggung jawab, Kumbang tidak pernah takut. Dengan langkah pasti dia kembali mendekat, medorong tubuh kecil tersebut agar menghadap ke arahnya. Setelah posisi tubuh tersebut ke arahnya Kumbang terlonjak kaget saat melihat Bunga teman masa kecilnya, yang hilang beberapa hari yang lalu saat ini berada diatas meja besar dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Kumbang mencoba bertindak cepat sebisanya sebagai seorang anak kecil, membuka ikatannya adalah hal pertama yang terpikirkan oleh bocah tersebut. Namun ternyata hal yang terlihat sepele dan mudah bagi orang dewasa tidak demikian halnya. Kumbang dengan kedua tangannya yang gemetar mencoba membuka ikatannya, namun sebelum hal tersebut diakukan, kembali terdengar langkah-langkah mendekat sehingga dirinya kembali beranjak menuju persembunyiannya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
