Kumbang dan Bunga
Sementara bidan desa dan Kumbang berjuang menyelamatkan kehidupan Bunga, kedua orang tuanya masih mencari keberadaan Bunga. Mereka telah mengeluarkan banyak daya dan biaya untuk memenuhi keinginan mereka yakni menemukan putri mereka satu-satunya. Malam itu seakan-akan angin mengirimkan kabar kepada keduanya sehingga telinga mereka seolah mendengar Bunga memanggil mereka berdua.
Dan malam itu secara tak sengaja ayah Bunga berpapasan dengan dua orang pria yang bekerja sebagai penjaga sekolah dan satpam di sekolah tempat Bunga bersekolah. Perasaan pria paruh baya itu langsung tergetar, seakan ingin mengucapkan sepatah, dua patah kata kepadanya namun lidahnya terasa kelu sehingga yang muncul keluar hanya seuntai senyuman. Keduanya pun demikian mereka tampak kaget sehingga menjatuhkan sesuatu di jalan.
Ketiganya terpaku sesaat dan dalam diamnya mereka sadar bahwa benda itu adalah sepasang sepatu, sepatu berwarna hitam mengkilat dengan pita di pinggirnya. Ayah Bunga sangat mengenali sepatu yang jatuh tepat dihadapannya. Wajahnya langsung pucat pasi, jantungnya berdetak cepat mencoba menghubungi beberapa orang terdekat dan juga penguasa setempat. Namun kedua orang tersebut tak tinggal diam karena kehidupan mereka juga bergantung pada sepasang sepatu tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
