Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Bunga menarik nafasnya yang terasa semakin berat, pandangan yang berkunang-kunang dan pendarahan pada organ genitalnya yang masih berlanjut. Semua rasa sakit yang terakumulasikan dalam hembusan nafas yang membuatnya semakin ingin mengakhiri semuanya. Bunga menatap langit-langit gua yang terlihat semakin buram, namun di sana Bunga melihat senyum ibu dan ayahnya. Derai air matanya semakin deras dan tak tertahankan.

Bibirnya yang dulu indah dan penuh sekarang terlihat kering dan pucat pasi. Bunga terus mencoba memanggil nama kedua orang tuanya namun terdengar lirih dan sangat kecil di telinganya. Bunga menangis namun air matanya telah kering. Jiwanya tercabik-cabik dalam kegelisahan dan penderitaan namun dirinya terus mencoba untuk kuat dan sabar. Matanya terus terpejam dalam harapan yang menipis hatinya hancur menunggu kematian.

Bunga akhirnya jatuh pinsan entah untuk keberapa kali dalam gua sempit yang tertutup rerumputan herbal dan paku liar. Sementara bunga yang terbaring lemah dan nyaris meninggal terus hanyut dalam doanya, diantara kerumunan orang yang ramai dibagian lain dari goa itu adalah Kumbang dan bidan desa yang mulai membaik. Setelah ada kesempatan anak laki-laki itu bangkit dari tidurnya lalu berjalan ke arah bidan yang tampak juga semakin lemah.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post