Kumbang dan Bunga
Bunga merasa tubuhnya melayang-layang, pandangannya masih berkunang-kunang dan meskipun banyak hal yang ingin dikatakan. Bibirnya seakan terkunci tak mampu mengeluarkan satu kata pun, sangat berat bagi Bunga untuk menguraikan kembali potongan-potongan kejadian yang menimpanya. Kesadaran yang terbalut luka memberikan efek lelah bagi Bunga. Raganya nyaris mati sebagian dan rohnya enggan menetap dalam tubuhnya yang rapuh.
Bunga akhirnya pinsan, tubuh yang telah menerima banyak penyiksaan tersebut akhirnya tumbang. Kumbang yang melihat hal tersebut tak mampu berbuat apa-apa, obat ajaib yang semula dia simpan dibalik karet celananya belum sempat diberikan kepada Bunga. Namun hati anak laki-laki tersebut sedikit tenang karena mereka semua akhirnya berhasil diselamatkan dan berada di tangan yang tepat. Mereka berkumpul di balai kesehatan desa dalam kondisi dijaga baik-baik.
Kumbang memilih beristirahat di samping Bunga, sementara bidan baik hati telah kembali beraktivitas membantu warga yang sedang mempersiapkan enargi pemulihan untuk Bunga. Wajah khawatir terlihat jelas dari kedua orang tua Bunga. Ayah dan ibunya begitu cemas sehingga over protektif terhadap Bunga yang tampak mulai membaik. Kesempatan menjaganya dari orang jahat adalah prioritas namun kelima pria jahat itu telah mengawasi dari posisi mereka masing-masing.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
