Kumbang dan Bunga
Kumbang mengetuk pintu sekali lagi, sambi matanya terus mengawasi sekeliling dengan hati-hati. Bagaimana upaya yang telah dia lakukan pasti akan ketahuan oleh orang-orang jahat yang telah menculik dan menyekap Bunga. Saat pintu terbuka Kumbang mengabaikan wajah Bu bidan yang kaget, anak lelaki tersebut mendorong pintu dengan kedua tangannya. Kumbang langsung membawa Bunga ke atas sofa butut yang berada di tengah rumah dinas tersebut.
Bunga masih dalam kondisi pinsan, darah masih mengalir dibeberapa tempat sementara Kumbang sibuk memasukkan air ke dalam periuk untuk di rebus. Bu bidan yang masih muda itu bergerak cepat memeriksa kondisi Bunga. Dia kenal dengan Bunga, gadis kecil yang berbudi mulia dalam usia ringan tangan sangat suka membantu setiap warga yang mendapat kesusahan. Bunga yang putri satu-satunya kepala desa mereka, orang tuanya juga terkenal baik hati dan sangat jujur.
Bu Bidan dengan telaten membersihkan tubuh bunga, memeriksa setiap lukanya namun hatinya sangat miris saat mengetahui ada bagian yang akan merubah masa depannya. Luka yang akan berbekas selamanya dan gadis itu telah kehilangan masa depannya. Sesuatu hal yang begitu kejam telah dialami oleh anak sekecil itu, baginya yang dewasa saja tak kuasa menahan penderitaan seperti itu apalagi dalam usia Bunga yang baru 10 tahun.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
