Kumbang dan Bunga
Bunga masih di tempat dingin terbenam dalam mimpi panjang yang nyaris melenyapkan segala harapannya. Gadis cilik itu bermimpi bertemu dengan nenek dan kakeknya di taman awan dan mereka terlihat sangat bahagia. Dengan penuh kasih sayang nenek dan kakeknya membelai rambut hitam panjang milik Bunga lalu secara bergantian memeluk Bunga erat sehingga dadanya terasa sesak. Bunga hanyut dalam kasih sayang dua orang yang penuh cinta sampai akhirnya sebuah suara parau yang familiar memanggil namanya.
Bunga baru saja merasakan kedamaian dalam diam dan tenangnya tadi bayangan kedua penjaganya yang telah pergi memberikan satu-satunya pelindung yakni kasih sayang. Bunga membuka matanya perlahan tampak malas dan ketakutan sebab dirinya tahu betul sosok yang akan berada dibelakang mereka yang memikirkan tentang menyakiti dan menyiksa orang lain. Lima pria dewasa yang selama ini cukup dikenalnya dan sering berinteraksi dengan orang tuanya ternyata sosok jahat yang telah lama mengintai dan berniat menyakitinya.
Matanya terbuka dan di depannya sosok anak laki-laki kurus dan berkulit gelap itu memegang tangannya, membuat semangat hidupnya kembali tertiup. Bunga merasa tubuhnya sedikit ringan meskipun ada rasa sakit yang menyesak di dadanya namun dirinya percaya akan ketulusan dua orang yang terus berjuang untuk keselamatannya. Bunga mengalihkan pandangannya kesekeliling dan matanya menangkap ruangan yang sangat familiar yaitu kamarnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
