Kumbang dan Bunga
Malam itu mereka memutuskan bermalam di lereng bukit di bawah pertigaan setapak yang gelap gulita. Sebagai penanda hanya sebatang pohon jati yang terlepas sampai ke akarnya, cahaya api unggun yang cukup besar sekarang seolah yakin akan identitas mereka yang seketika menjadi pemburu. Mereka berjalan sambil memikirkan cara-cara kejam untuk memenuhi nafsu ego mereka. Tanpa sadar jika yang mereka buru adalah dua orang anak kecil.
Cahaya api unggun ternyata tidak saja memberi petunjuk kepada hewan buas namun juga membuat Kumbang yang terlelap dalam mimpinya disentak bangun. Pria tua sebagai penunjuk jalan mereka membangunkannya. Tanpa bicara banyak pria itu mengajaknya bangkit dan mengikuti sampai ke mulut gua. Dan di kejauhan hutan mereka melihat kepulan asap dan cahaya samar dari api unggun yang cukup besar.
Pria itu menekan jari telunjuknya pada bibi keriput dan seraya berjalan ke lereng, ada hal yang hendak dia samarkan. Jejak mereka harus dihapus guna menyamarkan keberadaan gua ini, setidaknya mereka akan beristirahat satu atau dua hari.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
