Kumbang dan Bunga
Mereka sedikit kesal dengan kondisi yang akhirnya memaksa mereka untuk menunggu. Dengan sedikit terpaksa mereka berbagi kerja mengumpulkan ranting pohon untuk membuat perapian. Semua yang ada disekitarnya termasuk buah-buahan juga diambil sebagai persiapan makan malam yang sebentar lagi tiba. Tak ada protein hewani yang bisa mengganjal perut maka mereka berinisiatif untuk mengumpulkan buah dan umbi-umbian.
Setelah semuanya tersedia maka perapian dipersiapkan keenam orang itu duduk melingkar mencoba menghangatkan tubuh dari hawa dingin yang mulai menjalar. Air minum dicampur kopi dan rebusan umbi sebagai teman lambung mereka malam ini dirasa cukup. Buah-buahan yang didapat tak seberapa akhirnya terpaksa berbagi dengan beberapa primata. Sementara di dalam Bus besi tua yang terus berjalan terseok-seok membelah malam namun yakin mereka sedikit lagi akan tiba.
Kumbang mengusap matanya mencari kepastian keberadaan mereka dengan lebih mempertajam penglihatannya. Kaca bus yang kusam dan telah retak tak memberikan penjelasan yang pasti bagi anak laki-laki tersebut. Hatinya kian resah namun Bunga menyambutnya dengan senyum mengatakan kalau saat Kumbang masih tertidur dirinya mendengar supir menyebutkan kalau bus mereka telah memasuki kawasan kecamatan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
