Kumbang dan Bunga
Pohon yang terlepas dari tanah dengan akar-akarnya itu mendadak lenyap, Kumbang telah masuk ke dalam gua. Gua berbatu yang agak ke atas dan tertutup rumput ilalang cukup untuk melindungi tubuh mereka dari dingin yang menusuk. Malam itu mereka bertiga memutuskan untuk bermalam di gua dengan api unggun yang di kumpulkan dari ranting-ranting di sekitar. Suara hewan malam seperti memanggil mereka semua untuk segera berbalut selimut mimpi.
Malam berjalan dengan tenang akan tetapi suara alam juga mengantar derap langkah yang perlahan mendekat. Langkah yang memburu seolah enggan berkompromi dengan situasi, lima orang laki-laki yang tampak tegap dan berisi mengejar sasaran yang didaulat mati. Rahasia kehidupan mereka yang tergantung kepada satu orang yakni gadis yang telah mereka siksa. Dahulu perbuatan jahat mereka secara sadar telah menutup kebaikan hati lalu takdir yang berubah jelas mengakhiri segalanya.
Jejak yang fasih dan membentuk tanda di tanah lalu membentuk tanda mengarah ke perbukitan namun suasana penerangan yang kurang menghentikan perjalanan mereka. Persimpangan tiga menuju arah yang berlawanan dengan arah angin. Sesuatu yang mereka bayangkan sebagai gejala alam yang dahsyat dan hanya akan menimbulkan bahayakan. Setelah mendapatkan tempat yang aman kelimanya berisitirahat sejenak untuk memutuskan arah yang dipilih.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
