Kumbang dan Bunga
Perjalanan panjang yang melelahkan akhirnya membuat semua orang terlelap dan bus tua tetap bergerak menembus rapatnya pepohonan. Suara mesin menderu memecah keheningan sore yang mulai menapak di pinggiran. Bus tua yang seluruh bodinya terbuat dari besi baja tampak kokoh menapaki jalanan terjal dan lubang di kedua sisinya. Sebuah kenyataan yang membawa mereka kepada daerah lain yang terasa lebih terbuka dan luas.
Bunga mengambil posisi duduk di bagian kaca, sementara sahabatnya Kumbang disampingnya terlelap kelelahan sambil mendekap erat tas ransel mereka. Bunga menatap Kumbang dengan sedekatnya, mengamati setiap incinya raut wajah yang kelelahan. Kumbang yang dulu selalu membuat naluri kemanusiannya tersentuh sekarang adalah penolongnya. Bunga mengetahui seberapa perjuangan KUmbang untuk menyelamatkan dirinya.
Senja yang merangkak turun dan bus yang terus berlalu meninggalkan debu yang membumbung, sekejap tertelan oleh sepinya pinggiran hutan. Saat keenam pria itu datang di tempat yang sama, mereka benar-benar kehilangan. Jangan wujud sebuah bus, suara bahkan debu dan asap knalpotnya saja tak lagi mereka temukan. Keenam orang itu memilih bernapas sejenak, lalu melepaskan lelah yang terus mendera raga mereka. Dan mereka terpaksa bertahan di pinggir hutan guna menunggu bus besok pagi.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
