Kumbang dan Bunga
Setelah mereka berdua diajak ke rumah wanita tersebut yang tak terlalu jauh dari pasar keduanya secara bergantian menceritakan tujuan mereka ke kota kecamatan. Sesaat wanita itu terdiam mencoba memahami persoalan dan juga mencoba memikirkan solusi terbaik guna membantu Bunga. Matanya berkaca-kaca saat menatap mata Bunga. Ada rasa sakit yang menghujam dadanya, saat melihat bola mata Bunga yang tertekan.
Setelah hatinya sedikit tenang spontan Wanita yang bernama Hanum memeluk tubuh mungil yang terasa sangat kurus. Mata yang cekung dengan kantong mata hitam membekas di wajahnya yang tirus dan kusut hanya senyuman tipis yang membayangi. Bunga meremas ujung baju kausnya yang terlihat kusam, air matanya sudah mengering akan tetapi raut wajahnya menggambarkan kesedihan yang mendalam. Wanita itu akhirnya menyadari jika hatinya akan lega jika memberikan sedikit waktu untuk membantu Bunga.
Mereka bertiga membicarakan tindakan apa saja yang dapat mereka lakukan agar semuanya baik-baik saja. Maka lewat siang ketiganya telah berjalan menuju kantor petugas yang akan mengusut dan menyelesaikan segala permasalahan secara hukum. Dalam beberapa waktu semua informasi berikut buktinya telah berpindah ke petugas. Kumbang juga menyerahkan catatan yang dia tulis lalu apa yang dialihat secara detail kepada mereka dengan sistimatis.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
